Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Garut – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bertambah menjadi 13 orang.

Data terbaru yang dihimpun menyebutkan, korban meninggal terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.

Ledakan tragis tersebut terjadi pada Senin pagi (12/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Lokasi kejadian merupakan area di pantai yang selama ini memang dikenal sebagai tempat rutin pelaksanaan pemusnahan amunisi militer.

Menurut warga setempat, kegiatan serupa sudah sering dilakukan sebelumnya, dan biasanya warga telah diimbau untuk menjauhi lokasi demi keamanan.

”Sudah beberapa kali ada pemusnahan di sini. Warga biasa diperingatkan agar tidak mendekat,” ujar jurnalis Kompas TV, Ridwan Mustafa dalam siaran langsungnya.

Namun, insiden kali ini berbeda dan menimbulkan petaka. Menurut saksi mata, setelah ledakan pertama sekitar pukul 09.30 WIB, beberapa warga dilaporkan mendekati Lokasi.

Diduga karena rasa penasaran dan keinginan untuk mencari serpihan logam yang bernilai ekonomi. Tanpa disadari, masih terdapat amunisi aktif yang belum meledak.

Ledakan susulan yang lebih dahsyat kemudian terjadi saat warga berada di sekitar area tersebut, menyebabkan korban berjatuhan.

Lokasi disterilkan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler