Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Beredar di media sosial, terkait anggapan bahwa gerhana bulan total yang akan terjadi pada Minggu (7/9/2025) bisa memicu terjadinya gempa bumi. Apakah benar demikian?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gerhana bulan total tidak memiliki keterkaitan ilmiah dengan kejadian gempa bumi. Klarifikasi ini disampaikan untuk menanggapi spekulasi yang beredar di masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, meskipun gaya gravitasi Bulan dan Matahari memang memengaruhi pasang surut air laut dan memberikan tekanan kecil pada kerak Bumi, pengaruhnya sangat tidak signifikan untuk memicu gempa.

”Gaya gravitasi bulan dan matahari memang memengaruhi pasang surut laut dan sedikit menekan kerak bumi (disebut earth tides), tetapi efek ini sangat kecil dibanding energi yang tersimpan di zona patahan,” kata Daryono dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim, gerhana bulan dapat memicu gempa.

Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan menikmati fenomena alam ini tanpa rasa takut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler