Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan rapor agresif dalam penindakan sepanjang tahun 2025.

Hingga penghujung tahun, lembaga antirasuah ini tercatat telah melancarkan 11 Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Operasi senyap tersebut menyasar berbagai lini jabatan, mulai dari pimpinan daerah, jajaran direksi BUMN, oknum jaksa, hingga pejabat setingkat wakil menteri.

Berdasarkan rangkuman peristiwa, penangkapan terhadap pejabat di tingkat wilayah masih mendominasi daftar operasi KPK tahun ini. Berikut adalah rincian awal dari rangkaian operasi tersebut:

OTT Sejumlah Pejabat di OKU Sumsel

Membuka tahun 2025, KPK melakukan operasi perdana pada 15 Maret 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Operasi ini membongkar praktik rasuah yang melibatkan jajaran legislatif dan eksekutif setempat.

KPK mengamankan uang tunai sebesar Rp 2,6 miliar dan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Di antaranya adalah tiga pimpinan komisi di DPRD OKU, yakni Ferlan Juliansyah, M. Fahrudin, dan Umi Hartati, serta Kepala Dinas PUPR OKU, Nopriansyah.

Para tersangka diduga melakukan pemotongan anggaran dan pengaturan proyek fisik melalui pengalihan ”jatah” Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

Para oknum ini mematok commitment fee yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 20 hingga 22 persen dari nilai proyek.

Kadis PUPR...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler