Internasional
Iran Luncurkan Rudal, Targetkan 27 Titik Strategis Israel dan AS
Cholis Anwar
Minggu, 1 Maret 2026 13:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah meluncurkan gelombang keenam serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan wilayah kedaulatan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, Minggu (1/3/2026).
Langkah militer ini merupakan bagian dari rangkaian ”balas dendam keras” atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikonfirmasi syahid akibat serangan udara AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Mengutip kantor berita ISNA, IRGC menyatakan serangan gelombang keenam ini diarahkan secara presisi ke 27 titik strategis.
Beberapa target utama di antaranya meliputi Pangkalan Udara Tel Nof di Israel Tengah, Markas Besar Angkatan Darat Israel, Kompleks Industri Militer di Tel Aviv.
”Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening. Kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap,” tegas pernyataan tertulis dari IRGC dan Angkatan Darat Iran.
Rentetan serangan balasan Iran ini dipicu oleh agresi udara Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Sabtu pagi waktu setempat.
Serangan tersebut merusak infrastruktur vital dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Puncaknya, Ali Khamenei dinyatakan wafat setelah rudal menghantam kompleks tempat kerjanya.



