KPK Ungkap Siasat Suap Rp 1,6 Miliar Demi Ubah Hasil Audit BPK
Cholis Anwar
Jumat, 12 Juni 2026 07:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar adanya skandal permintaan uang pelicin sebesar Rp 1,6 miliar.
Aliran dana haram tersebut ditujukan untuk mengubah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim tahun anggaran 2025.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan, kongkalikong ini terendus dari komunikasi pihak swasta bernama Augusz Dewanggara alias Angga.
Ia melayangkan nominal tersebut kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Abi Nurwardani, dalam sebuah pertemuan tertutup.
”Dalam negosiasi tersebut, ada kebutuhan fee yang disampaikan oleh AGG, yaitu sekitar Rp 1,6 miliar,” ungkap Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Taufik membeberkan, dalam proses negosiasi tersebut Angga memberikan siasat busuk agar Abi menarik anggaran dari jatah proyek kedinasan.
Ia menyarankan agar uang Rp 1,6 miliar itu diambil dengan memotong satu persen dari pagu anggaran proyek infrastruktur atau dua persen dari pagu anggaran pengadaan di Pemkab Muara Enim.
Siasat tersebut akhirnya disetujui. Kedua belah pihak mengunci kesepakatan nominal imbalan demi memutihkan atau mengubah catatan miring hasil audit BPK perwakilan Sumatera Selatan.
Laporan keuangan...
- 1
- 2



