Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Rembang Dibekali Pelatihan
Dani Agus
Rabu, 3 Juni 2026 09:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mulai menggelar pelatihan bagi petugas Sensus Ekonomi 2026. Pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 itu dibuka Bupati Rembang Harno, Selasa (2/6/2026).
Kepala BPS Kabupaten Rembang Jubaedi menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar operasional prosedur (SOP), metodologi, konsep, serta definisi yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Jubaedi menerangkan, sebelum mengikuti pelatihan tatap muka, seluruh peserta telah menjalani pembelajaran mandiri melalui metode Massive Open Online Course (MOOC).
Mereka juga diwajibkan mengikuti evaluasi awal dan memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang telah ditetapkan. Menurutnya, pelatihan selama tiga hari diikuti ratusan petugas yang dibagi ke dalam beberapa kelas.
Peserta akan mendapatkan materi mengenai metodologi sensus, tata cara pengisian kuesioner, simulasi wawancara melalui role playing bersama pelaku usaha, hingga pelatihan penggunaan aplikasi pendataan berbasis telepon seluler.
”Pelatihan ini kami desain secara penuh selama tiga hari agar seluruh materi dapat terserap dengan baik. Harapannya, setelah pelatihan selesai, seluruh petugas siap melaksanakan pendataan secara profesional dan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno menegaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi Indonesia.
Karena itu, ia menilai kualitas data yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kemampuan, ketelitian, dan integritas petugas saat melakukan pendataan di lapangan.
Menjaga Profesionalisme...
Baca Juga



