Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Bapanas (Badan Pangan Nasional) melalui Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) akan menggelontorkan beras bantuan pangan tahap III. Sebanyak 14 ribu ton beras akan disalurkan untuk wilayah eks Karisidenan Pati.

Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah menyampaikan, beras bantuan pangan tersebut akan didigelontorkan secara serentak di wilayah eks Karisidenan Pati. Rencananya, akan dilaksanakan pada Agustus, Oktober dan Desember 2024.

Hardiansyah merinci, Kabupaten Pati akan ada 147.800 penerima, Rembang 76.910 penerima, Jepara 126.885 penerima, Kudus 53.876 penerima dan 93.389 penerima di Kabupaten Blora. Untuk lima kabupaten tersebut, setiap alokasi akan digelontorkan sebanyak 4.988 ton beras bantuan pangan.

“Total ada 14.964 ton beras. Akan kami gelontorkan kepada 498.860 warga penerima bantuan pangan,” kata Hardiansyah kepada Murianews.com, Kamis (8/8/2024).

Hardiansyah memastikan seluruh kompleks pergudangan Bulog Pati sudah mempersiapkan stok beras bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan ke depan. Beras-beras yang disiapkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola oleh Bulog.

“Masing-masing penerima akan menerima 10 kilogram beras,” sebut Hardiansyah.

Untuk penyalurannya, Bulog akan mendistribusikan beras bantuan pangan tersebut ke desa-desa penerima manfaat. Bulog menggandeng transporter yang bekerjasama dengan desa-desa, lalu penerima manfaat akan diundang ke balai desa untuk mengambil bera bantuan pangan.

“Nanti penyalurannya akan dilaksanakan di desa-desa,” kata dia.

Selain melalui penyaluran beras bantuan pangan, stok CPP juga digelontorkan secara optimal melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kemudian juga pada Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, pasar tradisional, retail modern hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).

”Dengan disalurkannya bantuan pangan ini, semoga bisa membantu masyarakat serta dapat mengendalikan inflasi gejolak harga beras baik di tingkat produsen dan konsumen,” harap Hardiansyah.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler