Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Seribu lebih warga Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, krisis air bersih. Kondisi itu sudah berlangsung selama sebulan.

Petinggi Desa Karimunjawa Arif Setiawan menyebutkan, warganya mulai merasakan krisis air bersih sejak sebulan lalu. Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, Arif memperkirakan kondisi kekeringan ini akan berlangsung selama 3-4 bulan ke depan.

”Miskin air ini benar kesulitan, awal bulan September mulai. Untuk yang terdampak kekeringan sekiranya seribu warga,” kata Arif, Selasa (1/10/2024).

Selama kesulitan air bersih, lanjut Arif, warga setempat lebih memilih untuk mengambil sumber air yang ada dari sumur yang dibuat warga bersama-sama. Warga sempat membuat sumur baru dengan harapan muncul sumber air.

Saat ini, pemerintah desa mencari sumber mata air di RT 2 RW 4, Dusun Legon Goprak. Di mana, sumber mata air itu merupakan sumber pertama sebelum ditemukannya sumber mata air di Dusun Legon Lele, yang kini dikelola oleh PDAM.

Sayangnya, saat ini sumber mata air di Dusun Legon Goprak juga sudah mulai menyusut. Sumber air itu hanya bisa mencukupi kebutuhan warga di satu RT saja. Akhirnya warga berinisiatif mencari sumber mata air lainnya.

”Kami membuat sumur di alun-alun. Alhamdulillah, hasilnya bagus dan kebutuhanya hanya cukup di RT 01/RW 01,” kata dia.

Untuk menemukan solusi permasalahan kesulitan air bersih ini, Pemerintah Desa Karimunjawa memutuskan untuk meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten guna memberikan bantuan air bersih. Pihaknya akan segera berkirim surat kepada Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.

Menurutnya, jika permasalahan ini tidak segera ditangani akan berdampak pada kunjungan wisatawan yang ada di Karimunjawa. Akibatnya, para wisatawan akan merasa tidak nyaman menikmati Karimunjawa.

”Kami harap pemerintah segera memberi perhatian kepada kami,” harap Arif.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler