PDAM Jepara Rencana Bikin Embung di Karimunjawa, Tapi Tak Terealisasi
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 10 Oktober 2024 13:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menanggapi rencana PDAM Jepara tersebut, Petinggi Desa Karimunjawa, Arif Setiawan menilai bahwa embung tidak begitu penting. Karena menurutnya, embung itu hanya akan menampung air hujan dan limpasan air baku dari sumber Legon Lele.
“Saya kira embung itu tidak penting. Berlebihan dan tidak efektif. Itu kan, untuk menampung air hujan dan ceceran dari Legon Lele. Orang Karimunjawa kok mau diberi air hujan itu bagaimana? Kalau saya ogah (tidak mau),” tegas Arif.
Arif menilai, solusi jangka panjang untuk krisis air bersih di Karimunjawa, adalah mengembalikan pengelolaan air dari PDAM Jepaara kepada Pamsimas desa. Melalui itu, secara swadaya, limpasan air akan dikelola lebih baik. Sementara itu, distribusi air ke hotel-hotel dan warga diatur lebih baik.
“Sekarang kan tidak ada pengaturan. Siapa yang bayar banyak, nyedotnya kencang, dia yang menang,” pungkas Arif.
Editor: Budi Santoso



