Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Krisis air bersih yang terjadi di Desa Karimunjawa masih terus berlangsung. Situasi ini menimbulkan kekecewaan warga terhadap pelayanan Perumda Tirta Jungporo atau PDAM Jepara.

Petinggi Desa Karimunjawa, Arif Setiawan mengatakan, sejak sebulan lalu warganya krisis air bersih. Beruntung, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jepara (BPBD Jepara) sudah rutin mendistribusikan air bersih.

“Alhamdulillah sekarang sudah dikover BPBD,” kata Arif kepada Murianews.com, Kamis (10/10/2024).

Selama delapan tahun terakhir, mayoritas warga Desa Karimunjawa mengandalkan aliran dari Legon Lele. Sumber mata air itu dikelola oleh PDAM Jepara.

Berdasarkan data PDAM Jepara, ada 688 warga yang menjadi pelanggan. Meliputi wilayah Dusun Legon Lele dan Legon Gobrak.

Dalam kondisi normal, kapasitas air di sumber Legon Lele mencapai 7,5 liter per detik. Namun saat musim kemarau ini, debit airnya hanya 2,7 liter per detik.

Arif menyatakan kekecewaan warga terhadap pelayanan PDAM Jepara muncul karena beberapa hal. Diceritakannya, sebelum dikelola oleh PDAM Jepara, sumber air di Legon Lele dikelola secara swadaya melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas Desa).

Setelah diambil alih PDAM Jepara, warga Desa Karimunjawa tidak melihat ada kemajuan nyata. Karena wilayah itu masuk dalam taman nasional, maka sumber air tidak boleh dikomersilkan.

Sejauh ini, PDAM Jepara juga tidak pernah mengubah apapun di sumber air Legon Lele. Misalnya, instalasi masih sama ketika masih dikelola Pamsimas. PDAM Jepara dalam pendistribusiannya juga masih tetap menggunakan gravitasi air.

“Mestinya kalau profesional, misalnya saat kekeringan seperti ini, PDAM Jepara bisa mendatangkan mesin pendorong. Supaya air tetap bisa mengalir lancar. Nyatanya tidak ada. Jadi dimana profesionalnya,” ucap Arif.

Mestinya Bisa Dikelola Masyaakat sendiri.....

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler