Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pemkab Jepara, Jawa Tengah mengajak para orang tua dan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari pengaruh punk di wilayahnya.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Edy Sujatmiko, di Jepara ada anak yang menempatkan punk sebagai hobi. Dia bercerita, pada salah satu kegiatan operasi penertiban, ada anak punk yang ternyata seorang santri.

’’Jadi saat aktivitas di pesantren libur, dia ngepunk lagi. Ini, kan, harus kita waspadai, baik yang di sekolah maupun pesantren. Jangan sampai santri lain, siswa lain malah terseret,’’ kata Edy, Kamis (19/12/2024).

Edy mengungkapkan, sebagian anak punk adalah anak tidak sekolah (ATS). Berdasarkan data yang dihimpun Tim

Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) Kabupaten Jepara, terdapat 45 anak tidak sekolah (ATS), yang disebabkan terseret anak punk.

’’Tak hanya keluarga, tetapi juga RT, RW, tokoh masyarakat, guru, hingga mantan guru, perlu bersama-sama memberi pendekatan agar anak-anak paham arti pentingnya sekolah untuk masa depan. Mereka harus paham kalau punk ini merusak moral, merusak masa depan,’’ kata dia.

Bukan Satu-satunya...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler