Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Yopi mengklaim bahwa di dalam PT SAMI JF saat ini tidak ada aktivitas produksi. Sehingga kerugian perusahaan di depan mata. Ini menjadi respon dari perkembangan yang saat ini terjadi terkait UMSK.

“Kalau perusahaan tidak mengeluarkan SK, aksi ini (mogok kerja) akan terus berlanjut,” tegas Yopi.

Yopi menegaskan, bahwa massa aksi akan tetap bertahan sampai pihak perusahaan mengeluarkan SK. Bahkan, massa aksi akan terus berdemonstrasi sampai malam.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Eka Noviana menyatakan, bahwa dia ikut demo karena ikut solidaritas sesama buruh. Dia bertahan di depan gerbang sejak tiba di kawasan PT SAMI JF.

“Karena ikut solidaritas teman-teman (buruh), untuk memperjuangkan UMSK Jepara. Biar UMSK nya tetap di 13 persen. Saya akan bertahan di sini sampai di ACC,” kata dia.

Bersama teman-temannya, dia menuntut agar perusahaan menjalankan Surat Keputusan yang sudah ditetapkan oleh Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana itu. Sampai saat ini, terhitung sudah 13 tahun dia bekerja di PT SAMI. Sehingga soal isu pemutusan hubungan kerja (PHK), dia menyerahkan kepada Tuhan.

“Itu Wallahu a’lam. Namanya rejeki, kalau memang jatahnya masih di sini, ya masih di sini. Kalau tidak ya, sudah,” ujar dia.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler