Sejarah Masjid Al-Makmur Kriyan, Peninggalan Ratu Kalinyamat
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 4 Maret 2025 12:54:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Jejak kepemimpinan Ratu Kalinyamat saat menguasai Jepara masih banyak tersisa. Selain Masjid Astana Sultan Hadlirin di Mantingan, Kecamatan Tahunan, ada pula Masjid Al-Makmur yang berada di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.
Masjid Al-Makmur Kriyan, memang tak tampak seperti bangunan-bangunan masjid kuno. Bangunannya pun terlihat modern. Dua menara menjulang tinggi juga berarsitek kekinian. Namun, konon masjid ini berdiri di pusat Kerajaan Kalinyamat.
Seperti dilansir dari Suaranahdliyin.com, tokoh agama Desa Kriyan, Muhammad menceritakan pembangunan masjid Al-Makmur ini dilakukan pasca Keraton Kalinyamat hampir runtuh. Masjid ini dibangun atas perintah dari Ratu Kalinyamat.
Nyai Ratu mengutus Raden Kusumo Abdul Jalil atau Mbah Shidiq untuk membangun masjid di atas rawa embes Keraton Kalinyamat. Lokasi yang saat ini berdiri megah Masjid Al-Makmur Kriyan.
Selanjutnya, Muhammad yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nailun Najah Kriyan Jepara itu, menerangkan masjid ini dibangun sudah lebih dari 500 tahun yang lalu. Mbah Shidiq, yang menjadi pendakwah atas utusan Sunan Gunung Jati kemudian membangunkan masjid yang mirip arsitektur dengan Masjid Agung Demak.
"Kemungkinan sekitar abad ke 15 atau 16 masehi. Sebab, Ratu kalinyamat itu memimpin Jepara hanya sekitar 20-30 tahun saja," ujarnya.
Masjid Al-Makmur tak luput dari upaya renovasi. Renovasi awal, lanjut Gus Mad, dilakukan pada tahun 1935 Masehi. Dari bentuk, tata ruang yang dekat pusat desa/kota, hingga arsitekturnya menyerupai masjid-masjid seperti Masjid Sendang, Masjid Bandungrejo Kauman dan Masjid Kadilangu Demak.
Arsitekturnya...
- 1
- 2




