Pelabuhan Jepara Diperkirakan Beroperasi Penuh pada Tahun 2032
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 6 Desember 2025 15:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Rencananya, area pelabuhan membutuhkan lahan sekitar 10 hektare area. Selain pelabuhan, direncanakan pula pendirian Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Kembang seluas 761 hektare area.
Sementara untuk kebutuhan anggaran investasi, sebut dia, yang diperlukan yaitu sekitar Rp 1,063 triliun. Anggaran itu terbagi untuk pembangunan dalam tiga tahap.
Dia memaparkan, tahap pertama yaitu jangka pendek dengan anggaran sekitar Rp 762 miliar, jangka menengah Rp 89 miliar, dan jangka panjang Rp 201 miliar.
Sementara itu, salah satu konsultan studi kelayakan pelabuhan, Gema Mahardika Yogatama menjelaskan dari tren pendapatan, efesiensi operasional, dan dampak ekonomi, pembangunan pelabuhan ekspor-impor di Kabupaten Jepara dinyatakan layak secara finansial dan strategis.
Apalagi, kata dia, jika mempertimbangkan kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah overload. Sementara Pelabuhan di Kabupaten Batang hanya bisa mengambil alih bongkar muat dari Pelabuhan Semarang sekitar 15-20 persen.
”Kabupaten Kudu, Pati, Rembang jauh juga kalau ke Batang, sehingga Jepara bisa mengambil posisi itu,” jelasnya.
Editor: Cholis Anwar



