Terendam Banjir, 1.870 Hektare Sawah di Jepara Terancam Puso
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 12 Januari 2026 17:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sedikitnya 1.870 hektare sawah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terancam puso akibat terendam banjir beberapa hari terakhir ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Mudhofir mengatakan, sawah-sawah tersebut, tersebar di 13 kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Kalinyamatan 597 hektar, Donorojo 297 hektar, Welahan 268 hektar, Mayong 232 hektar, Kedung 239 hektar, Keling 158 hektar, Pecangaan 108 hektar, Nalumsari 92 hektar, Mlonggo 65 hektar.
Lalu di Kecamatan Bangsri 60 hektar, Kembang 30 hektar, Jepara 25 hektar dan Batealit 1 hektar.
Mudhofir mengungkapkan, penyebab utama terendamnya sawah itu, sebagiannya akibat luapan ar sungai. Sebagiannya lagi saluran air atau irigasi yang tak sanggup menampung besarnya debit air.
Dia menyebut, padi yang terendam banjir ini masuk dalam masa tanam pertama. Rata-rata, umur padi berkisar antara 25-3 hari.
Menurut Mudhofir, padi masih bisa selamat bila hujan segera berhenti. Namun jika sebaliknya, maka kemungkinan besar padi akan puso dan petani akan merugi besar.
”Kalau dalam 4-5 hari ke depan sudah surut, tanaman aman. Tapi kalau lebih dari itu masih terendam, kemungkinan besar bisa puso,” jelas Mudhofir, Senin (12/1/2026).
Bupati...
- 1
- 2



