Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Nasib ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terancam di tahun 2027. Itu adalah imbas dari penerapan kebijakan belanja pegawai maksimal 30 persen darI Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Isu tersebut mengemuka setelah bergulirnya pelaksanaan  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

UU ini membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dan memacu kemandirian fiskal melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Persoalan itu secara khusus dibahas dalam rapat pembahasan Laporan Kinerja Pertanggungjawaban Daerah (LKPJ) yang digelar Komisi D DPRD Jepara bersama eksekutif, Rabu (1/4/2026).

Ketua Komisi D DPRD Jepara, Andi Rokhmat atau Andi Andong menilai hal itu menjadi persoalan yang harus dipikirkan serius oleh pemerintah.

Berdasarkan laporan LKPJ 2025, Andi menyebut belanja pegawai Pemkab Jepara berada di angka 44,35 persen atau sebesar Rp 1,142 Triliun. Adapun proyeksi belanja pegawai pada 2027 sebesar Rp 881 miliar atau setara 38 persen.

”Padahal menurut UU HKPD itu, belanja pegawai maksimal 30 persen,” kata Andi Andong.

Andi melihat, kondisi fiskal daerah di tahun depan sangat sulit untuk mengikuti UU HKPD. Ruangnya terlalu sempit. Di sisi lain, dana transfer ke daerah (TKD) mengalami penurunan cukup drastis.

Alokasi Gaji...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler