Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Alasannya, untuk sekolah rakyat wilayah Pantura, dijalankan program gentengisasi dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga proyek berubah sekaligus mengubah kerangka atap.

"Kontraknya diperpanjang hingga 23 Agustus 2026. Sehingga ini belum berakhir masa kontraknya," kata Muh Ali.

Namun di sisi lain, pemerintah ingin agar tahun ajaran baru yang ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada Kamis (30/7/2026). Padahal, sebelumnya sudah direncanakan MPLS digelar pada 7 Juli 2026.

Untuk mengejar target itu, lanjut Muh Ali, pemerintah meminta kepada pelaksana proyek sekolah rakyat Jepara agar segera menyelesaikan bangunan-bangunan utama untuk proses belajar mengajar serta asrama.

Diantaranya ruang kelas, asrama siswa, gedung serbaguna dan masjid. Sehingga sekolah rakyat Jepara bisa benar-benar siap pada waktunya.

"Sejauh ini progresnnya sudah 98 persen. Tinggal untuk plafon dan pembersihan, tinggal finishing. Tanggal 28 Juli nanti kita cek lagi. Insyaallah sudah jadi," kata Muh Ali.

Nantinya, sekolah rakyat Jepara ini akan ditempati oleh siswa dari jenjang SD hingga SMA. Masing-masing angkatan ada 90 siswa dengan konsep asrama.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler