KDRT di Kudus, Istri Meninggal Usai Dipukul Kayu Suaminya
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 26 Agustus 2024 12:32:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, berakhir tragis. Peristiwa memilukan ini melibatkan seorang suami berinisial S (68) yang tega memukul istrinya, CH (70), hingga meninggal dunia.
Ketua RT setempat, menceritakan jika peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Menurutnya, pelaku S sempat dayang sendiri ke Ratno untuk melaporkan peristiwa itu.
”Pelaku datang ke saya bilang kalau memukul istrinya tapi tidak bangun. Dia tanya apakah tindakannya tersebut bisa membuatnya ditangkap polisi atau tidak,” ungkapnya.
Ia kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melaporkan peristiwa tersebut ke balai desa, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Beberapa saat kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi dan menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Menurut keterangannya, pelaku memukul korban di bagian belakang kepala menggunakan kayu balok.
Ia mengaku kaget dengan kejadian ini karena pelaku dikenal sebagai sosok yang baik dan rajin dalam kegiatan keagamaan di lingkungan setempat.
”Saya sempat kaget mendapat laporan tersebut karena baru terjadi kali ini. Pelaku itu orangnya baik, sering tadarusan dan berjamaah,” ujarnya.
Saat ini, rumah yang menjadi lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi.
Beberapa warga berkumpul di rumah duka menunggu kedatangan jenazah korban yang sedang dalam proses visum di rumah sakit.
Seorang tetangga korban mengatakan, sempat mendengar teriakan meminta tolong sebelum kejadian.
”Saya bertanya-tanya suara dari mana lalu saya coba mengeceknya,” ungkapnya.
Kapolsek Kota Kudus, Iptu Subkhan membenarkan adanya kejadian ini, namun belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses penyelidikan.
Editor: Cholis Anwar



