Pertanian Organik Berbasis Sistem SRI di Blora Didorong Dikembangkan
Nathan
Sabtu, 15 November 2025 23:54:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Arief, itu menunjukan Blora merupakan lumbung pangan dan mendukung program Bapak Presiden tentang penguatan ketahanan pangan.
Arief Rohman pun berharap kolaborasi antara pemerintah, petani, lembaga, dan perusahaan dapat mempercepat terwujudnya Blora sebagai kabupaten percontohan pertanian organik di Jawa Tengah.
Rakam, perwakilan Asosiasi Petani Organik Desa Sumber, memaparkan sejumlah teknik dalam penerapan Sistem SRI. Di antaranya, bibit ditanam pada usia sembilan hari dengan jarak tanam 30 x 30 cm dan satu lubang ditanami 1 bibit tunggal.
”Pengairan tidak boleh tergenang lebih dari 12 jam, kemudian dikeringkan dan Penggobrokan gulma dilakukan empat kali per musim tanam,” ucapnya.
pihaknya menjelaskan varietas yang digunakan yaitu varietas Mentik Susu dengan menggunakan Pupuk organik 5 ton pupuk kandang per hektare, ditambah POC, MOL, dan nutrisi pestisida organik.
”Total lahan aktif lima hektare dengan empat kali tanam per tahun. Rata-rata produksi mencapai enam sampai tujuh ton per hektare,” imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



