Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, GroboganPasar Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bakal direnovasi. Para pedagangnya pun bakal direlokasi selama proses renovasi berlangsung.

Rencananya, para pedagang Pasar Induk Purwodadi bakal direlokasi ke Terminal Angkudes yang terletak di depan pasar tersebut. Sebagiannya juga direlokasi ke Pusat Kuliner Purwodadi.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana ’’Danis’’ Setyawan mengatakan, dalam detail engineering design (DED) yang disiapkannya, para pedagang memang direlokasi sementara ke lokasi-lokasi tersebut. Meski demikian, secara detailnya masih digodok.

’’DED relokasi juga sedang digodok saat ini,’’ katanya, Kamis (12/9/2024).

Danis menambahkan, dipilihnya titik-titik itu karena para pedagang ingin lokasi relokasi sementara berdekatan dengan pasar induk. Berdasarkan hitungannya, nantinya titik relokasi dapat menampung hingga 767 lapak pedagang.

’’Kemarin sudah dihitung ada sekitar 764 lapak yang bisa kami buat di sana. Nantinya, ukuran tempat para pedagang tentunya minimalis, tidak seperti yang ada di pasar,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Danis menyebut, total pedagang di Pasar Induk Purwodadi sendiri kini mencapai 1.400 pedagang. Selain itu, ada sekitar 357 pedangang kaki lima (PKL).

Danis menerangkan, dalam renovasi pasar di jantung kota Purwodadi itu nantinya tidak akan dilakukan perubahan kios ataupun los yang sudah ada saat ini. pihaknya hanya melakukan pembaruan dan penguatan struktur.

’’Judulnya renovasi, jadi yang sudah ada kami perbarui. Yang utama, struktur kita kuatkan dan dari sisi arsitektur kita percantik. Sehingga pasar Purwodadi bisa jadi pasar SNI (Standar Nasional Indonesia),’’ ucapnya.

Dia menjelaskan, harapan dari renovasi pasar itu yakni memfungsikan apa yang semestinya telah ada. Sehingga setelah direnovasi para pedagang kembali ke tempat semula dan fungsi bangunan dikembalikan ke fungsi awal.

’’Parkir berfungsi sebagai parkiran kendaraan, tangga sebagai tangga jalan,’’ kata dia.

Sebelumnya diberitakan, renovasi Pasar Induk Purwodadi bakal menghabiskan anggaran Rp 76 Miliar. Angka tersebut jauh dari nominal yang diajukan Pemkab Grobogan melalui Disperindag ke Pemerintah Pusat, yakni Rp 158 miliar. Karenanya, pasar itu batal dibongkar. 

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler