Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Pasutri Sukahar-Ngatminatun, warga Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akan berangkat haji tahun ini.

Mereka akhirnya mewujudkan keinginan ke Tanah Suci dari hasil menjual es dung atau es krim tradisional. Ia menabung hingga 13 tahun sebelum akhirnya mampu berangkat.

Sukahar mengaku menyisihkan pendapatannya selama sehari untuk ditabung. Ia rutin melakukannya setiap hari.

”Sehari kadang Rp 40 ribu, Rp 50 ribu, atau Rp 60 ribu. Maksimal Rp 100 ribu,” ujar dia, Rabu (30/4/2025).

Setiap hari, ia bersama istrinya menyiapkan berbagai bahan seperti tepung, santan, dan buah nangka. Bahan-bahan itu diolah dalam bejana khusus, kemudian didinginkan dengan garam dan es batu agar adonan es cepat mengeras.

Dengan mesin sederhana yang dibuatnya sendiri, adonan itu diaduk selama dua jam hingga menjadi es dung dan siap dijual keliling.

”Keliling sudah sekitar 35 tahun. Alhamdulillah diberikan kesehatan,” imbuhnya.

Pada 2012 lalu, Sukahar bersama istrinya resmi mendaftar sebagai calon jemaah haji. Pada 2022, Sukahar dan istri sempat terdaftar untuk berangkat haji, namun keberangkatan mereka tertunda akibat pandemi Covid-19.

Kembali Tertunda... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler