Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Tanggul kisdam Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah jebol pada Minggu (11/5/2025). Imbas jebolnya tanggul itu, kini tanggul utamanya pun terancam jebol lagi.
Tanggul kisdam sebenarnya merupakan tanggul yang dibangun darurat untuk menahan air dari bagian utama Sungai Tutang. Tujuannya, agar penambalan tanggul utama yang jebol saat itu dapat berjalan dengan lancar.
Namun, ketika tanggul utama telah jadi, tanggul kisdam tetap dipertahankan. Tanggul itulah yang hari ini jebol
Video luberan air di titik jebolan tersebut ramai dibagikan di media sosial. Tampak area Sungai Tuntang yang sangat luas tergenang air. Meski demikian, hingga Minggu sore, tanggul utama masih aman.
Kades Baturangung Mubasir mengonfirmasi bahwa tanggul utama masih aman. Namun, ada sedikit bagian tanggul utama yang terkikis atau longsor. Dia memastikan tidak ada rumah warga yang tergenang.
”Masih aman. Ada sliding (longsor) tapi masih aman,” ujarnya singkat.
Senada, Subekan, warga Desa Ringinkidul, yang bersebelahan dengan Desa Baturagung menyatakan tanggul utama masih dalam kondisi aman.
Untuk diketahui, hujan desa memang sempat melanda sebagian wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya pada Sabtu (10/5/2025) malam lalu. Akibat hujan deras itulah yang diduga menjadi penyebab Sungai Tuntang kembali penuh.
Desa Baturagung seperti diketahui menjadi desa dengan dampak banjir terparah sepanjang awal 2025. Tanggul berkali-kali jebol dan ratusan warga mesti mengungsi.
Dalam kejadian jebolnya tanggul di Desa Baturagung pada Maret, banjir juga berdampak pada warga yang tinggal di Desa Ringinkidul, yang letaknya bersebelahan. Ratusan warga juga mengungsi di gereja dan di masjid setempat.
Pada banjir saat itu, sejumlah desa lain juga ikut terimbas. Antara lain Desa Pepe, Cangkring, bahkan sampai Tunjungharjo yang masuk Kecamatan Tegowanu.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hingga baru-baru ini Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo juga sempat mengecek titik tanggul jebol tersebut.
Editor: Cholis Anwar



