Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Satu korban pembacokan di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akhirnya meninggal dunia.
Satu korban itu yakni Abu. Ia dikabarkan meninggal setelah mendapat luka bacok di kepala bagian belakang.
”Ya tadi pagi baru ada kabar. (korban) Mbah Abu, luka bacok bagian belakang sebelah telinga,” ujar Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo, Senin (30/3/2026).
Seorang pria berinisial S (33) di Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan terpaksa diamankan petugas Polsek Kradenan. Sebab, ia telah membacok ayah dan lima warga lainnya.
Aksi brutal itu sempat ramai dibagikan di media sosial. Dalam narasi yang dibagikan, pelaku melakukan aksinya dengan sebilah parang. Disebutkan juga, pelaku diduga merupakan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo berujar, peristiwa mengerikan itu bermula sekira pukul 15.00 WIB saat pelaku terlihat emosi dan mencari ponsel di rumahnya, Desa Sengonwetan.
”Awalnya pelaku marah-marah di rumah dan sempat mencekik ibu kandungnya hingga tidak sadarkan diri,” ujar AKP Edy Sutarjo.
Saat beberapa saksi hendak mengecek kondisi ibu pelaku yang pingsan, pelaku tiba-tiba datang dan langsung mengambil parang dari bawah jok motornya. Tanpa babibu, pelaku langsung membabi buta mengayunkan senjata tajam tersebut.
- 1
- 2



