Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikeluhkan warga.

Selain memunculkan bau, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diduga juga belum memenuhi standar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan melakukan pun menindaklanjuti keluhan itu dengan verifikasi lapangan. Tim DLH Grobogan mendatangi lokasi SPPG Kedungjati itu.

Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, SPPG di Grobogan milik Mitra Yayasan Tunas Palapa Pinasthika itu sudah dilakukan verifikasi pada Rabu (3/6/2026) kemarin

"Kami melakukan verifikasi dan pengambilan sampel air. Kegiatan melibatkan Tim Laboratorium DLH Kabupaten Grobogan," ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Verifikasi juga melibatkan personel Polsek Kedungjati, Kepala SPPG Mitra Yayasan Tunas Palapa Pinasthika, Kepala Dusun Mliwang, serta warga yang terdampak.

Dijelaskan, verifikasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran bau yang berasal dari aktivitas pengelolaan limbah di lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, diketahui bahwa SPPG Mitra Yayasan Tunas Palapa Pinasthika masih beroperasi usai adanya aduan masyarakat.

"Selain itu, tim menemukan SPPG belum memiliki izin lingkungan dan air limbah yang dihasilkan belum pernah dilakukan pengujian laboratorium," bebernya.

IPAL Belum Standar...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler