Dibangun 2012, Atap SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol di 2026
Saiful Anwar
Kamis, 23 Juli 2026 14:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan - Ruang kelas dan ruang guru di SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ambrol hingga tak bisa ditempati.
Bangunan yang ambrol di SDN Tanggirejo diketahui dibangun pada 2012. Adapun perbaikan dikabarkan diusahakan secepatnya. Bahkan, pada akhir tahun ini ditarget rampung.
Kepala SDN Tanggirejo Juwariyah mengatakan, bangunan gedung yang ambrol itu dibangun pada 2012 silam. Sehingga belum sampai berusia 15 tahun.
Untuk perbaikannya, pihaknya terus berkoordinasi dengan korwilcam pendidikan setempat untuk pemberkasan perbaikan sekolah itu.
”Tahun 2012 (dibangunnya). Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/7/2026).
Ia pun berharap, gedung SDN Tanggirejo yang ambrol atapnya itu bisa segera diperbaiki. Sebab, kerusakan ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.
Sementara, untuk kelas 3 digabung dengan kelas 4, kelas 6 sendiri, kelas 5 di musala, dan kelas 1 bergantian dengan kelas 2. Sementara, ruang guru ditempatkan di perpustakaan.
Kabid Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Grobogan (Disdik Grobogan)M Irfan mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mendapatkan laporan saat atap kelas 6 SDN Tanggirejo ambrol pada Januari 2026 lalu.
Setelah mendapat laporan, pihaknya pun langsung mengklarifikasi dengan turun langsung ke lapangan.
”Dari hasil sidak di lapangan dan dengan mempertimbangkan berbagai hal, rehabilitasi melalui revitalisasi menjadi alternatif pilihan,” katanya.
Semua Bagunan...
- 1
- 2



