Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan - Ruang kelas dan ruang guru di SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ambrol hingga tak bisa ditempati.

Bangunan yang ambrol di SDN Tanggirejo diketahui dibangun pada 2012. Adapun perbaikan dikabarkan diusahakan secepatnya. Bahkan, pada akhir tahun ini ditarget rampung.

Kepala SDN Tanggirejo Juwariyah mengatakan, bangunan gedung yang ambrol itu dibangun pada 2012 silam. Sehingga belum sampai berusia 15 tahun.

Untuk perbaikannya, pihaknya terus berkoordinasi dengan korwilcam pendidikan setempat untuk pemberkasan perbaikan sekolah itu.

”Tahun 2012 (dibangunnya). Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/7/2026).

Ia pun berharap, gedung SDN Tanggirejo yang ambrol atapnya itu bisa segera diperbaiki. Sebab, kerusakan ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.

Sementara, untuk kelas 3 digabung dengan kelas 4, kelas 6 sendiri, kelas 5 di musala, dan kelas 1 bergantian dengan kelas 2. Sementara, ruang guru ditempatkan di perpustakaan.

Kabid Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Grobogan (Disdik Grobogan)M Irfan mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mendapatkan laporan saat atap kelas 6 SDN Tanggirejo ambrol pada Januari 2026 lalu.

Setelah mendapat laporan, pihaknya pun langsung mengklarifikasi dengan turun langsung ke lapangan.

”Dari hasil sidak di lapangan dan dengan mempertimbangkan berbagai hal, rehabilitasi melalui revitalisasi menjadi alternatif pilihan,” katanya.

Semua Bagunan...

Dengan begitu, harapannya rehabilitasi nantinya tidak hanya di ruang tersebut, akan tetapi di semua ruang di SDN Tanggirejo yang kemungkinan terdampak. Bahkan ke ruang lainnya yang perlu direhabilitasi atau ada harapan rehabilitasi total.

”Semula sekolah ini tidak mendapat prioritas utama karena dalam dapodik kerusakannya tidak mencapai 30 persen. Sehingga dinas lebih memprioritaskan kerusakan yang lebih berat,” bebernya.

Kemudian, karena kemudian emergency atau darurat dan perlu penanganan segera, dinas langsung melaporkan ke TAPD untuk mendapat perhatian khusus.

”Mendapat perhatian khusus rehabilitasi segera di 4 ruang SDN Tanggirejo melalui perubahan anggaran 2026 atau DTT. Dan ini pun langsung menjadi perhatian dan akan diprioritaskan, terutama di APBD Perubahan,” katanya.

Irfan menyatakan, karena masih viral, pihaknya kemudian berkomunikasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah untuk membantu mencari solusi. Khususnya melalui program revitalisasi.

”Mohon doanya, agar salah satu ikhtiar itu ada salah satu hasil yang lebih cepat, sehingga persoalan SDN Tanggirejo segera bisa ditangani. Intinya, di tahun 2026 persoalan di SD ini dipastikan ada penanganan rehabilitasi,” tandasnya.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler