Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Gorontalo – Peringatan tsunami yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo resmi berakhir, Senin (8/6/2026) siang. Saat ini, warga khususnya Gorontalo Utara dipersilahkan kembali ke rumah.

Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” kata Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh Tahir Laendeng seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, BPBD bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara setelah menerima informasi potensi tsunami akibat gempa tersebut.

Tahir mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik, termasuk di wilayah Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan. Namun, kenaikan tersebut tidak signifikan dan tidak sampai berdampak pada pemukiman warga.

”Memang ada beberapa titik yang sudah mulai ada perkembangan naik airnya, tetapi tidak signifikan. Kenaikannya masih bisa diantisipasi masyarakat dan belum berdampak ke pemukiman,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan muka air lebih banyak terpantau di kawasan muara dan sungai yang terhubung dengan laut. Kondisi tersebut terjadi setelah air laut sempat mengalami penyurutan sebelum kembali naik.

”Air laut yang awalnya surut, kemudian naik kembali, tetapi kenaikannya tidak signifikan. Paling sekitar 0,27 meter,” terangnya.

Meski tidak menimbulkan dampak yang berarti, BPBD saat itu tetap mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan kawasan pantai untuk melakukan pengungsian sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu perkembangan informasi resmi.

Korban Jiwa...

Warga pun mengikuti arahan petugas dengan melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi di Gorontalo Utara.

Hingga status peringatan tsunami dicabut, BPBD tidak menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat kenaikan muka air laut tersebut.

Petugas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang sejak pagi melakukan pemantauan serta pengamanan di sejumlah titik pesisir juga tetap bersiaga hingga peringatan tsunami resmi berakhir.

BPBD Provinsi Gorontalo mengapresiasi respons cepat masyarakat yang mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung, sehingga situasi dapat terkendali dengan baik.

Meski kondisi telah dinyatakan aman, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga kebencanaan terkait.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler