Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Gelombang tsunami dilaporkan telah resmi tercatat mendarat di tiga wilayah daratan pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026).

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nelly Florida Riama mengatakan, draf hasil pemantauan berkala menunjukkan rambatan gelombang laut tersebut sudah terdeteksi masuk di area Siau, Maluku Utara, dan Melonguane.

”Tetapi, memang tinggi tsunaminya adalah berkisar antara 0, 9 cm, sampai 18 cm,” ungkap Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring yang digelar pada Senin (8/6/2026) pagi.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan, secara teknis bahwa pusat gempa bumi tersebut berada pada titik koordinat 5,80 derajat Lintang Utara (LU) dan 125,14 derajat Bujur Timur (BT).

Draf episenter gempa terletak di dalam laut, berjarak sekitar 244 kilometer arah Barat Laut dari Pulau Karatung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dengan tingkat kedalaman pusat gempa sejauh 47 kilometer. Berdasarkan analisis geologi, instrumen gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dangkal.

”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” urai Wijayanto.

Wijayanto menambahkan, hasil analisis mekanis komprehensif pada sumber batuan menunjukkan bahwa patahan gempa memiliki pemodelan mekanisme pergerakan naik atau jamak dikenal sebagai thrust fault.

Dampak guncangan gempa bumi berskala besar ini dilaporkan merembet luas ke sejumlah wilayah di Indonesia dengan tingkat intensitas yang bervariasi.

Guncangan dirasakan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler