Keracunan Massal di Juwana Pati, Posko Kesehatan Darurat Didirikan
Umar Hanafi
Rabu, 25 Desember 2024 13:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Keracunan massal di Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati membuat Pemerintah Desa (Pemdes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mendirikan Posko Kesehatan Darurat di Balai Desa setempat.
Kasi Kesejahteraan Desa Tluwah, Dewi Riyani memaparkan posko ini untuk melayani warga korban keracunan yang belum sempat berobat ke puskesmas hingga rumah sakit.
”Banyak yang belum perobat. Kita koordinasi dengan puskemas, banyak bidan yang diminta membantu dari magrib sampai jam 23.00 WIB,” ujar Dewi, Rabu (25/12/2024).
Dewi mengungkapkan total warganya yang menjadi korban keracunan massal sebanyak 138 orang. Sebanyak 8 orang dirawat)l di RS Budi Agung, 18 orang di Puskemas Juwana, 2 di RSUD RAA Soewondo, 4 di RS Mitra Bangsa dan 2 di Puskemas di Puskemas. Sisanya mendapatkan perawatan di Posko Kesehatan Darurat.
”Dari tadi malam kita buka posko kesehatan darurat. Kita layani warga yang mengalami seperti ini (keracunan),” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati dr Aviani Tritanti Venusia menambahkan, pihaknya bergerak cepat usai mendapatkan kabar bahwa terjadi keracunan massal di Desa Tluwah.
”Kami dari Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan mendirikan posko yang berada di Balai Desa Tluwah. Kami memberikan pengobatan sementara untuk masyarakat yang terdampak. Bagi yang ringan mungkin hanya rawat jalan. Bagi yang berat di rujuk ke rumah sakit terdekat,” imbuh Aviani.
Sebelumnya...
- 1
- 2



