Menengok Lamporan Soneyan Pati, Tradisi Tolak Bala di Bulan Suro
Umar Hanafi
Jumat, 11 Juli 2025 18:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Dukuh Sumber, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mempunyai tradisi unik setiap bulan Suro. Mereka mempunyai tradisi tolak bala dengan menggelar lamporan.
Tradisi ini digelar setiap malam Jumat Wage bulan Suro dalam penanggalan Jawa, tahun ini bertepatan pada Kamis (10/7/2025) malam. Tradisi itu diyakini masyarakat sebagai doa tolak balak.
Masyarakat dukuh Sumber kini mengemas tradisi itu menjadi Festival Tradisi Obor Lamporan. Kegiatan itu mulai digelar pada 4 hingga 10 Juli 2025.
Ketua Panita Festival Tradisi Obor Lamporan 2025, Andika Janu Pradana menyebut lamporan di Dukuh Sumber Desa Soneyan cukup unik lantaran masyarakat mengenakan pakaian ala suku dayak untuk mengarak obor keliling kampung.
”Kirab tradisi Lamporan menjadi agenda yang rutin digelar oleh masyarakat Desa Soneyan Dukuh Sumber Kecamatan Margoyoso setiap penanggalan malam Jum’at Wage pada bulan Sura,” ujar Andika, Jumat (11/7/2025).
Dia menceritakan masyarakat meyakini jika lamporan merupakan doa tolak balak terhadap hal-hal negatif yang dikisahkan sebagai pagebluk atau roh jahat dan marabahaya yang pernah menyerang dusun kala itu.
”Lamporan juga dikeramatkan warga untuk ruwatan atau mengistirahatkan hewan ternak setelah selesai mengolah lahan,” kata dia.
Penutup Kirab...
- 1
- 2



