Pati Masuk 3 Besar KLB Campak di Jateng, Dewan Bakal Panggil Dinkes
Umar Hanafi
Jumat, 3 April 2026 14:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Kabupaten Pati masuk tiga besar di Jawa Tengah yang mempunyai kasus campak tinggi. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pun ditetapkan di Bumi Mina Tani.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati tercatat masuk dalam tiga besar daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, bersama Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Klaten.
Hal ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati untuk menjelaskan keadaan KLB campak di Pati.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyayangkan tingginya angka kasus campak di wilayahnya. Ia mengaku baru menerima data tersebut dari pemerintah provinsi dan menilai kondisi ini harus segera ditindaklanjuti secara serius.
”Baik, terkait dengan campak ini kami juga baru dapat data itu dari provinsi. Secepatnya kita akan mengundang dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan, agar masalah ini bisa segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat Puskesmas,” ujar Bandang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurutnya, masuknya Pati dalam tiga besar kasus KLB campak di Jawa Tengah menjadi catatan penting bagi DPRD. Ia menilai perlu adanya penanganan khusus dari Dinkes Pati agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
”Ini menjadi catatan bagi kami di DPRD, karena ternyata ada temuan yang sangat luar biasa. Kita berada di peringkat tiga se-Jawa Tengah terkait kasus campak. Ini tentu perlu penanganan khusus dari DKK,” tegasnya.
Bandang juga menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan secara menyeluruh. Selain itu, Komisi D juga berencana turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil di masyarakat.
Dinkes...
”Kami akan panggil Dinas Kesehatan, lalu kita kawal bersama. Bahkan kami juga akan turun langsung ke Puskesmas untuk melihat kendala yang ada. Apakah ini terkait anggaran, kesiapan tenaga kesehatan, atau memang ada persoalan di lapangan yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah penelusuran ke bawah penting dilakukan agar akar permasalahan dapat diurai dengan jelas sebelum menentukan kebijakan lanjutan.
”Kita ingin tahu dulu masalahnya di mana, kita urai satu per satu. Kalau data ini sudah dikeluarkan dari provinsi, tentu kita harus prihatin. Tapi tidak cukup hanya prihatin, harus diimbangi dengan kerja, kerja, dan kerja,” pungkasnya.
DPRD melalui Komisi D memastikan akan terus mengawal penanganan kasus campak di Kabupaten Pati agar dapat segera terkendali dan tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih luas.
Editor: Cholis Anwar



