JMPPK: Retribusi Tambang di Pati Tak Cukup Tutupi Kerusakan Alam
Umar Hanafi
Jumat, 29 Mei 2026 15:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Jaringan Masyakarat Peduli Pegunungan Kendeng alias JMPPK menyoroti kerusakan akibat aktivitas tambang. Mereka menilai retribusi tambang tak cukup menutupi kerusakan alam dan jalan.
Koordinator JMPPK, Gunretno menilai semua tambang ilegal maupun legal merusak. Ia menyebut semua tambang yang berizin melanggar aturan, apalagi yang tak berizin.
”Di wilayah Sukolilo dan Kayen kalau yang 14 ilegal sudah tutup. Lha yang disuarakan ESDM ini kan ada tiga yang ilegal berizin. Kami menemukan yang berizin itu 90 persen melanggar aturan,” ungkap Gunretno usai demo di Markas Polresta Pati dan Kantor Bupati Pati, Jumat (29/5/2026).
Pelanggaran yang dilakukan di antaranya, tidak dilakukan reklamasi atau penghijauan kembali usai aktivitas tambang. Lalu, tidak mengangkat kepala teknik tambang hingga muatan truk tambang yang melebihi tonase.
”Terus batas patok, batas papan nama dan tidak disampaikan audit. Truk tonase tinggi. Muatan tonase yang seharusnya bermuatan truk 8 kubik sampai 12 kubik dan ada tronton ini juga pelanggaran,” kata Gunretno.
Tidak tertibnya pengusaha tambang ini berakibat merusak jalan raya hingga lingkungan. Bahkan, retribusi dari hasil tambang ini tidak cukup menutupi kerusakan alam dan jalan.
”PAD retribusi Kabupaten Pati untuk tahun 2025 hanya Rp 145 juta-an. Itu dapat apa membangun (jalan) segitu,” tandas dia.
Pembakaran foto...
- 1
- 2



