Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, PatiPembangunan RS Bhayangkara Pati di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan terpaksa tertunda. Pasalnya, masih ada penolakan dari sejumlah warga setempat.

Penolakan ini muncul lantaran warga merasa tanah seluas 9.098 m² tersebut seharusnya tanah milik desa alias bondo deso. Tanah tersebut sebelumnya digunakan warga sebagai lapangan sepakbola.

Namun, tiba-tiba tanah tersebut bersertifikat menjadi milik Polri sejak Januari 2026 lalu. Hal ini menjadi dasar penolakan warga hingga membuat pembangunan RS Bhayangkara Pati terpaksa tertunda.

”Masalah pembangunan ini sudah diusulkan. Tahun 2026 ini seharusnya sudah dibangun. Tapi karena masih ada beberapa warga yang keberatan, kita masih menunda dulu. Kita akomodir tuntutan mereka,” ujar Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar, Sabtu (30/5/2026).

Kompol Anwar memastikan tanah tersebut sudah resmi dan sah milik Polri. Proses sertifikasi tanah tersebut sudah sesuai prosedur.

”Yang jelas itu sudah tanah Polri. Prosesnya sudah betul dan itu bukan aset desa dan Pemda. Tapi tanah negara,” tutur Kompol Anwar.

Tanah tersebut sebelumnya diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kepada Polri untuk didirikan RS Bhayangkara Pati. Anwar menyebut, mulanya, tanah tersebut disangka bondo deso. Namun setelah dicek, ternyata tanah itu merupakan tanah milik negara.

Dipastikan Tetap Dibangun... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler