Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengeluhkan retribusi parkir yang mengalami banyak kebocoran. Ia pun mendorong agar ada sistem digitalisasi parkir agar retribusi parkir tidak bocor.
Chandra menilai kebocoran ini terjadi lantaran sistem regtribusi parkir di Kabupaten Pati belum terkelola dengan maksimal. Masih manualnya sistem pemungutan parkir membuat potensi kebocoran retribusi semakin besar.
”Pemasukan parkir banyak yang bocor. Kalau ndak digital pasti bocor. Dapat Rp 10 ribu tapi bilangnya Rp 5 ribu. Kan tidak ada yang tahu,” ujar Chandra kepada Murianews.com, Jumat (12/6/2026).
Maka dari itu kedepan ia berharap kepada dinas terkait untuk memperbaiki sistem pemungutan parkir. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu solusi agar kebocoran retribusi parkir bisa diminimalisir.
”Tapi kalau digital semua kan ndak ada kebocoran lagi. dan Hak kewajibannya jelas. Misalnya untuk tukang parkir sekian dan Pemerintah Kabupaten sekian,” ungkap dia.
Selain lantaran sistem pemungutan parkir belum maksimal, minimnya retribusi parkir di Kabupaten Pati juga disebabkan masih banyak wilayah yang belum ditarik parkir.
Saat ini, Dishub Pati masih fokus di sejumlah titik potensial menjadi menyumbang retribusi terbesar dari parkir. Titik parkir tersebut berada di kawasan kota Pati.
Retribusi Parkir...
- 1
- 2



