Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikukuhkan menjadi Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba), Senin (6/5/2024) malam.

Pengukuhan dilakukan Kasat Res Narkoba AKP Muhammad Syaifuddin yang mewakili Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto. Hadir di kesempatan itu, Kapolsek Mejobo, Danramil Mejobo, UPT Puskesmas Jepang, Pemdes Jepang, dan tokoh masyarakat Desa Jepang.

Sebelum pengukuhan dilakukan, pihaknya juga memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba pada masyarakat. Warga juga dibekali upaya-upaya untuk menanggulanginya.

”Penyuluhan ini kami sampaikan terkait Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang jenis narkoba, efek samping penyalahgunaan narkoba, cara penanggulangan pecandu narkoba dengan cara mengajak masyarakat terutama para pemuda untuk waspada terhadap narkoba,” kata Muhammad Syaifuddin, Selasa (7/5/2024).

Syaifuddin mengajak para orang tua dan masyarakat untuk ikut serta dan aktif mengawasi anak-anaknya yang masih berusia remaja atau sekolah agar terhindar dari bahaya narkoba.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat merusak otak dan syaraf manusia. Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama perangi narkoba.

”Mari berkolaborasi, bersinergi maju bersama-sama memerangi narkoba untuk mewujudkan Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba, red) di Kota Kretek ini,” ujarnya.

Syaifuddin menjelaskan, dengan pengkuhan Desa Jepang sebagai Kampung Tangguh Bersinar, upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba harus dilakukan secara berkesinambungan.

”Semoga dengan adanya kegiatan ini akan lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa ancaman bahaya narkoba begitu luar biasa terhadap generasi muda,” ungkapnya.

Syaifuddin menambahkan, penyalahgunaan narkoba yang paling sering dijumpai yakni narkoba jenis sabu. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama memerangi narkoba.

Sementara itu, Kepala Desa Jepang, Indarto menyampaikan, setiap tahun pihaknya telah masif mengadakan kegiatan berupa sosialisasi. Tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat.

”Kegiatan sosialisasi ini penting sebagai pencegahan. Sehingga tidak merusak generasi muda,” imbuhnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler