Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kemudian jemaah bermalam lagi di Mina. Lalu, pada 12 Zulhijah jemaah melempar jumrah Ula, Wustha, Aqabah.

”Kalau mengikuti Nafar Awal lempar jumrahnya hanya sampai tanggal 12 Zulhijah. Nafar awal itu jemaah meninggalkan Mina setelah lempar jumrah pada tanggal 12 Zulhijah,” terangnya.

Sedangkan Nafar Tsani yakni merupakan pilihan dari jemaah haji untuk meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah. Itu dilakukan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian lempar jumrah pada hari tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijah.

”Kalau untuk jemaah haji Indonesia biasanya hanya sampai 12 Zulhijah,” imbuhnya.

Setelah melempar jumrah di Mina, calon jemaah haji menuju ke ke Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang merupakan Masjidil Haram. Di sini jemaah melaksanakan Tawaf Ifadah.

Sebelumnya, pada Senin (5/5/2025) dan Selasa (6/5/2025) calon jemaah melaksanakan pendalaman manasik secara teori.

Jemaah haji asal Kabupaten Kudus kloter 47, kloter 48, kloter 49 masuk pada keberangkatan gelombang pertama dengan mendarat di Madinah.

Sementara kloter 50 diberangkatkan pada gelombang kedua. Mereka nantinya langsung mendarat di Jeddah.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler