Air Masih Menggenag di Perbatasan Bendung Wilalung Arah Demak
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 23 Mei 2025 23:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Genangan air masih terlihat di area sebelah barat Bendung Wilalung, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Meskipun demikian, pihak operator menegaskan bahwa genangan ini bukan berasal dari limpasan Bendung Wilalung.
Petugas Operator Bendung Wilalung, Karno mengatakan, genangan air tersebut berasal dari aliran Sungai Serang.
”Itu genangan dari aliran Sungai Serang, bukan dari limpasan dari Bendung Wilalung,” kata Karno, Jumat (23/5/2025).
Karno memastikan kondisi Bendung Wilalung saat ini masih aman. Genangan air yang ada hanya sepanjang sekitar 100 meter dari pintu nomor 11 ke arah perbatasan Kabupaten Demak.
”Genangannya kondisinya masih bisa dilewati tetapi ya harus berhati-hati karena licin,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, genangan air hanya berada di sebelah barat dekat pintu nomor 11 Bendung Wilalung. Sementara itu, area jalur sekitar Bendung Wilalung ke arah pos jaga tidak ada genangan air sama sekali dan dipastikan aman.
Sebelumnya, pintu air nomor 8 Bendung Wilalung sempat dibuka pada Kamis (22/5/2025) pukul 10.00 WIB. Pembukaan ini dilakukan lantaran debit air yang tinggi, mencapai 806,6 meter kubik per detik, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
”Kemarin kami sudah buka pintu hari Kamis jam 10.00 WIB setinggi 10 sentimeter. Kemudian dilakukan penutupan pada pukul 20.00 WIB,” imbuh Karno.
Editor: Cholis Anwar



