Hari Jadi Kudus Diusulkan Berubah ke 23 Agustus 1549
Wiwid Widia Yulhendrik
Senin, 27 Juli 2026 16:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Seminar Rekonstruksi Historis Hari Jadi Kudus merekomendasikan 19 Rajab 956 Hijriah atau 23 Agustus 1549 Masehi sebagai momentum pembangunan Kudus.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih akan melakukan kajian lanjutan sebelum mengusulkan perubahan tanggal hari jadi Kudus tersebut.
Kesimpulan tersebut dibacakan Pengurus Yayasan Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Dr Abdul Jalil dalam Seminar Rekonstruksi Historis Hari Jadi Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (27/7/2026).
Ia menyampaikan, berdasarkan pembacaan terbaru terhadap prasasti di atas mihrab Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, disebutkan Kudus dibangun pada 19 Rajab 956 Hijriah yang bertepatan dengan 23 Agustus 1549 Masehi atau Selasa Legi.
”Berdasarkan hasil seminar hari ini, dapat disimpulkan pembacaan terbaru terhadap prasasti di atas mihrab Masjid Al-Aqsha Menara Kudus adalah Kudus dibangun pada 19 Rajab 956 Hijriah atau 23 Agustus 1549 Masehi,” katanya.
Dalam seminar tersebut, tim juga memberikan dua rekomendasi. Pertama, Pemkab Kudus diminta menyusun sejarah Kudus secara komprehensif. Kedua, Pemkab Kudus diminta menindaklanjuti hasil seminar rekonstruksi dan rekonsiliasi Hari Jadi Kudus sesuai aturan yang berlaku.
Bahan kajian lebih lanjut...
Baca Juga



