Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Diizinkan Berlanjut
Zulkifli Fahmi
Minggu, 23 Februari 2025 18:32:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora diizinkan untuk dilanjutkan usai insiden jatuhnya lift crane dan membuat empat pekerja meninggal.
Izin itu dikeluarkan kepolisian pada Kamis (20/2/2025). Itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet.
Ia mengatakan, izin diberikan setelah pemerikasan dari Labfor Polda Jateng maupun dari Polres Blora telah selesai. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Labfor Polda, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan.
Meski begitu, Selamet mengingatkan agar sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lebih diperhatikan. Itu dilakukan agar insiden kecelakaan kerja tak terulang kembali.
Di samping itu, pihaknya juga bakal ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora.
”Yang penting, terkait K3, keselamatan pekerja di lapangan diperhatikan dan peralatan-peralatan yang diperlukan supaya dilengkapi dengan baik. Kami pun dari penyidik melakukan pemantauan terkait kelanjutan pekerjaan itu,” katanya dikutip dari Tribunnews, Minggu (23/2/2025).
Diberitakan sebelumnya, insiden kecelakaan kerja di pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora terjadi, Sabtu (8/2/2025) lalu. Saat itu, lift crane yang mengangkut 13 pekerja terjatuh.
Akibatnya, tiga orang meninggal di lokasi sementara 10 lainnya mendapatkan perawatan intensif. Namun, tak lama jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.
12 Orang Diperiksa...
- 1
- 2



