Dokter: Kecanduan Gawai Tingkatkan Risiko Speech Delay pada Balita
Zulkifli Fahmi
Senin, 30 Maret 2026 16:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kecanduan gawai dapat meningkatkan risiko speech delay atau keterlambatan berbicara pada balita. Kondisi itu berdampak pada interaksi sosial mereka.
Menurut dokter spesialis anak yang juga ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Rini Sekartini mengatakan, saat ini sering ditemukan anak dengan keterlambatan bicara yang berkaitan dengan intensitas penggunaan gawai sejak dini.
”Yang sering terjadi adanya keterlambatan bicara dan kesulitan sosialisasi dengan teman sebaya,” kata Rini seperti dikutip dari Kabarin, Senin (30/3/2026).
Rini menjelaskan masa balita merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa dan kemampuan bersosialisasi. Di tahap ini, anak membutuhkan stimulasi interaksi langsung dan komunikasi dua arah dengan orang tua maupun lingkungan sekitar.
Kebutuhan itu pun bisa terganggu jika waktu anak banyak dihabiskan bersama gawai tanpa pendampingan orang tua.
”Tidak ada stimulasi dua arah dengan penggunaan gawai. Anak hanya mengulang yang didengar, suara atau kata-katanya,” katanya.
Selain itu, anak yang terpapar gawai cenderung hanya meniru tanpa memahami konteksnya. Itu membuat perkembangan bahasa tidak berjalan optimal.
Dampak lainnya yakni memengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial pada anak. Itu terjadi bila kondisi paparan gawai berlangsung lama.
- 1
- 2



