Jumat, 1 Maret 2024

Jika Ponpes Al Zaytun Ditutup, PBNU Siap Tampung Santri

Cholis Anwar
Rabu, 2 Agustus 2023 13:37:00
Ponpes Al Zaytun. (al-zaytun.sch.id)

Murianews, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan kesiapannya untuk menampung siswa atau para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, jika pondok tersebut terpaksa harus ditutup.

Terlebih, saat ini pimpinan ponpes tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus penistaan agama.

”Dari NU sendiri, kami siap kalau nantinya misalnya disuruh menampung siswanya,” ujar Yahya Cholil Staquf mengutip Kompas.com, Rabu (2/8/2023).

Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU memiliki banyak lembaga pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk menampung siswa Pondok Pesantren Al Zaytun.

Ia juga meyakini bahwa organisasi lain juga siap untuk membantu mengatasi situasi ini. Menurutnya, tidak akan ada masalah yang terlalu mengkhawatirkan, karena pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika polemik harus diselesaikan.

”Saya kira organisasi yang lain juga siap. Jadi enggak akan ada masalah yang terlalu mengkhawatirkan soal ini. Pemerintah saya kira juga sudah melakukan antisipasi dan persiapan-persiapan apapun hasil dari proses hukum,” kata dia.

Meskipun demikian, Gus Yahya menekankan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului keputusan hukum yang berlaku, termasuk dalam hal penutupan pondok pesantren atau kelanjutan belajar mengajar di sana.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak berwenang, termasuk Kementerian Agama (Kemenag).

”Yang penting sekarang hukumnya dulu bagaimana. Kalau hukumnya sudah selesai konsekuensinya, kita bicarakan. Kalau hukumnya nyatakan harus ditutup, tutup. Kalau ndak, ya jangan,” jelas Yahya.

Komentar