Perjalanan Sumarno untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima ini patut mendapat apresiasi. Pasalnya, ia butuh waktu puluhan tahun untuk mewujudkan keinginannya ke Tanah Suci.
Kesehariannya, Sumarno beraktivitas di Pasar Tunjungan, Kabupaten Blora. Bukan berdagang, ia bekerja sebagai manol alias kuli panggul. Sumarno menjadi kuli panggul sejak 1985 atau kurang lebih sudah sudah 41 tahun lamanya.
Mengenakan pakaian sederhana yang sering kali basah oleh keringat dan terus bersemangat memindahkan beban berat dari satu tempat ke tempat lainnya jika diminta pedagang membutuhkan bantuannya.
Bahkan bahunya yang tak muda lagi ini terus menahan beban berat demi upah yang tak seberapa.
Namun, di balik beban berat yang ia panggul setiap hari, pria yang usianya sudah berkepala 6 asal Desa Tunjungan ini sedang memikul sebuah impian besar yang telah ia rawat selama dua dekade untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah menabung selama 20 tahun, jerih payah Sumarno akhirnya berbuah manis. Ia dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026 mendatang.
”Ada yang bilang waktu itu buat makan aja susah kok pengen naik haji. Saya kan minat naik haji, jadi saya terus berusaha,” terangnya.
Murianews, Blora – Tidak lama lagi, keinginan Sumarno untuk bisa menunaikan ibadah haji bakal terlaksana. Ya, nama pria berusia 63 tahun itu sudah dipastikan menjadi salah satu jemaah haji dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2026 ini.
Perjalanan Sumarno untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima ini patut mendapat apresiasi. Pasalnya, ia butuh waktu puluhan tahun untuk mewujudkan keinginannya ke Tanah Suci.
Kesehariannya, Sumarno beraktivitas di Pasar Tunjungan, Kabupaten Blora. Bukan berdagang, ia bekerja sebagai manol alias kuli panggul. Sumarno menjadi kuli panggul sejak 1985 atau kurang lebih sudah sudah 41 tahun lamanya.
Mengenakan pakaian sederhana yang sering kali basah oleh keringat dan terus bersemangat memindahkan beban berat dari satu tempat ke tempat lainnya jika diminta pedagang membutuhkan bantuannya.
Bahkan bahunya yang tak muda lagi ini terus menahan beban berat demi upah yang tak seberapa.
Namun, di balik beban berat yang ia panggul setiap hari, pria yang usianya sudah berkepala 6 asal Desa Tunjungan ini sedang memikul sebuah impian besar yang telah ia rawat selama dua dekade untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah menabung selama 20 tahun, jerih payah Sumarno akhirnya berbuah manis. Ia dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026 mendatang.
”Ada yang bilang waktu itu buat makan aja susah kok pengen naik haji. Saya kan minat naik haji, jadi saya terus berusaha,” terangnya.

Foto: Sumarno, satu jemaah haji Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2026 yang bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Tunjungan. (Murianews/Kontributor Blora)
Sisihkan Rp 4.000 sampai Rp 5.000 Setiap Hari...
Sumarno memulai aktivitasnya saat matahari bahkan belum sepenuhnya tinggi. Mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, ia bergelut dengan karung-karung di pasar.
Dari pekerjaan fisik yang menguras tenaga itu, ia membawa pulang uang sekitar Rp 30.000-Rp 40.000 per hari. Bagi banyak orang, angka itu mungkin hanya cukup untuk makan sehari.
”Dari hasil itu, saya sisihkan Rp 4.000 sampai Rp 5.000 setiap hari untuk ditabung. Niatnya memang untuk haji,” jelasnya, senin (13/4/2026).
Kesetiaannya menyisihkan uang recehan selama 20 tahun menjadi bukti bahwa niat yang kuat mampu menembus batas logika ekonomi.
Jalan Sumarno menuju Baitullah bukannya tanpa hambatan. Seharusnya, ia berangkat pada tahun 2023 lalu.
”Segala persiapan sudah hampir matang, namun pandemi Covid-19 memaksa pemerintah melakukan pembatasan, dan jadwal keberangkatan pun tertunda,” imbuhnya.
Meski sempat kecewa, Sumarno memilih bersabar. Ia kembali ke pasar, kembali memanggul barang, dan kembali menunggu panggilan itu datang lagi. Kini, penantian panjang itu berakhir.
”Sangat senang, karena impian saya tiap kerja jadi keturutan (kesampaian). Alhamdulillah, tahun ini bisa berangkat ke Tanah Suci,” tuturnya.
Tak Ada Persiapan Mewah...
Namun keberangkatan untuk ke Tanah Suci sebenarnya ada satu ganjalan kecil di hatinya. Tahun ini, ia harus berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut seorang diri, tanpa didampingi sang istri.
”Berangkat sendiri karena istri belum siap. Meski begitu, dukungan keluarga tetap mengalir deras,” ucapnya.
Saat ini, tidak ada persiapan mewah yang ia lakukan. Sumarno hanya terus menjaga fisiknya dan tak putus memanjatkan doa.
”Saya cuma berdoa supaya diberi kesehatan dan kemudahan selama di Tanah Suci nanti,” tuturnya singkat.
Diketahui, rencana pemberangkatan jemaah haji Blora akan dilaksanakan pada awal bulan Mei 2026. Blora akan berada dalam keberangkatan gelombang 2 awal dan terbagi menjadi 3 kelompok terbang (kloter).
Kloter 44 terdiri dari 249 jamaah haji. Kemudian Kloter 45 akan terisi 354 jamaah haji. Ketiga Kloter 46 ada 185 jamaah haji Blora yang akan bergabung dengan jemaah haji Rembang.
Editor: Dani Agus