Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Sumarno memulai aktivitasnya saat matahari bahkan belum sepenuhnya tinggi. Mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, ia bergelut dengan karung-karung di pasar.

Dari pekerjaan fisik yang menguras tenaga itu, ia membawa pulang uang sekitar Rp 30.000-Rp 40.000 per hari. Bagi banyak orang, angka itu mungkin hanya cukup untuk makan sehari.

”Dari hasil itu, saya sisihkan Rp 4.000 sampai Rp 5.000 setiap hari untuk ditabung. Niatnya memang untuk haji,” jelasnya, senin (13/4/2026).

Kesetiaannya menyisihkan uang recehan selama 20 tahun menjadi bukti bahwa niat yang kuat mampu menembus batas logika ekonomi.

Jalan Sumarno menuju Baitullah bukannya tanpa hambatan. Seharusnya, ia berangkat pada tahun 2023 lalu.

”Segala persiapan sudah hampir matang, namun pandemi Covid-19 memaksa pemerintah melakukan pembatasan, dan jadwal keberangkatan pun tertunda,” imbuhnya.

Meski sempat kecewa, Sumarno memilih bersabar. Ia kembali ke pasar, kembali memanggul barang, dan kembali menunggu panggilan itu datang lagi. Kini, penantian panjang itu berakhir.

”Sangat senang, karena impian saya tiap kerja jadi keturutan (kesampaian). Alhamdulillah, tahun ini bisa berangkat ke Tanah Suci,” tuturnya.

Tak Ada Persiapan Mewah... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler