Calon Tagline Grobogan Dapat Kritik, Disebut Kurang Memikat
Saiful Anwar
Sabtu, 30 November 2024 18:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Calon tagline Grobogan, yakni ”Gumreget, Gumregah, Gumregut” mendapat kritik dari penulis Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti. Dia menilai, calon tagline tersebut kurang memikat.
”Tagline ini tidak cocok untuk memikat masyarakat luar, apalagi masyarakat internasional. Orang Australia atau Amerika pasti gagap untuk mengeja tagline itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/11/2024).
Tidak hanya itu, dalam tagline tersebut tidak memberikan filosofi yang lebih mendalam. Hanya bersemangat dan bangkit.
”Kemudian, setelah tahu artinya, terus apa? Sekedar info bahwa orang Grobogan sedang bersemangat dan bangkit?” lanjutnya.
Asti menyebut, inti city branding adalah membangun citra sebuah daerah untuk menarik dan memikat orang luar untuk datang dan berinvestasi ke daerah bersangkutan. Karenanya, tagline tersebut disebutnya kurang mengena.
Dia menjabarkan, tagline itu juga kurang mencerminkan Grobogan. Menurutnya, tagline city branding mesti mencerminkan dan merepresentasikan potensi daerah bersangkutan.
”Tagline ’Gumreget’ dan seterusnya tidak mencerminkan basis local genius Grobogan. Apa hubungannya ’Gumreget, Gumregah’ dengan potensi dan kearifan lokal Grobogan?” imbuhnya.
Lebih cocok internal...
- 1
- 2



