Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sejumlah sopir yang ngeblong atau melawan arus untuk menembus kemacetan di Jalur Pantura Pati-Rembang ditilang Satlantas Polresta Pati. Langkah tegas tersebut dilakukan lantaran aksi para sopir tersebut memperparah kemacetan.

Kasatlantas Polresta Pati Pati Kompol Asfauri mengatakan aksi para sopir yang nekat ngeblong memperparah kemacetan. Pihaknya pun bertindak tegas menilang sejumlah sopir. 

”Ada 7 yang kita tilang. Sebenarnya kita mengatur Jalan. Situasi seperti itu beberapa sopir ngeblong akhirnya semakin menambah kemacetan. Akhirnya kita tilangi. Itu menjadi atensi. Yang kelas kita sebenarnya ngatur agar tidak terjadi antrean panjang,” ujar dia kepada Murianews.com, Kamis (13/7/2023). 

Ia khawatir bila hal ini dibiarkan, kemacetan jalan nasional itu semakin parah. Pihaknya pun berharap langkah yang dilakukan Satlantas Polresta Pati ini membuat jera para sopir yang nakal. 

Untuk mengurangi kemacetan, Satlantas Polresta Pati menerjunkan sejumlah personel. Mereka ditugaskan mengatur lalu lintas selama 24 jam bila volume kendaraan meningkat. 

Para petugas dibagi tiga shif. Shif pertama mulai pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB, shif kedua pada pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB dan shif ketiga pada pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB. 

”Kita 24 jam ada di sana. Gantian. Di sekitar lokasi perbaikan jalan. Kalau arus lintas landai kita di Pos Juwana. Kalau padat kita sebar dan mobile. Sebanyak 10 orang setiap shif,” tutur dia. 

Selain aksi sopir yang ngeblong, perlambatan kendaraan juga disebabkan lantaran adanya perbaikan Jalan di Kecamatan Batangan. Apalagi pada hari Rabu dan Kamis, volume kendaraan di sana bertambah dibandingkan hari-hari biasa. 

”Sebenarnya ndak macet. Antrian panjang karena ada perlambang biasanya hari Rabu dan Kamis. Biasanya puncaknya itu. Di luar hari itu landai,” pungkas dia. 

 

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler