Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Bencana banjir masih menjadi ancaman bagi masyarakat Kabupaten Pati seiring datangnya musim hujan. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dinilai belum menjalankan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB).

Sejumlah desa di Kabupaten Pati menjadi langganan banjir saat musim hujan. Khususnya daerah yang dilewati Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo. 

Praktisi Pengurangan Resiko Bencana, Husaini mengungkapkan Pemkab Pati pun telah memiliki RPB. Namun, dokumen yang seharusnya untuk pencegahan bencana ini tak dijalankan.

”Jangan implementasi, masyarakat saja tidak tahu apa itu RPB. Padahal ini berfungsi untuk membantu masyarakat siap siaga dalam menghadapi bencana,” kata Husaini, Jumat (8/11/2024).

Ia menyebut bahwa penyusunan RPB ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena salah satunya harus mendapatkan legalitas kampus.

”RPB hingga saat masih sebatas masih hanya diatasi hitam putih atau kertas. Harusnya dibuat dan disosialisasikan. Biar tidak gagap ketika ada bencana. Jangan saat ada banjir datang baru bergerak,” sentilnya.

Menurutnya, jika RPB ini dijalankan bisa mengurangi dampak terjadinya bencana di Bumi Mina Tani ini. Baik itu kerugian material maupun korban jiwa.

”Hujan sedikit pasti banjir. Merendam rumah. Harus ada antisipasi. Sehingga ketika ada bencana supaya kerusakan tidak besar dan kerugian tidak besar,” tegasnya.

Selain memiliki RPB, Pemkab Pati juga disebut telah memiliki dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) dan Rencana Kontijensi. Dokumen ini penting dalam langkah pencegahan bencana.

”KRB ini untuk memetakan daerah yang rawan terjadi bencana. Sedangkan Rencana Kontijensi berkaitan anggaran. Dana yang siap pakai. Kalau terjadi anggaran dipakai, kalau tidak bisa dikembalikan,” pungkasnya. 

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler